Netflix Games ternyata belum berniat meninggalkan industri gaming. Setelah sempat mengejar ambisi membuat game AAA sendiri, Netflix kini melihat peluang berbeda. Perusahaan tersebut mulai mengarahkan perhatian pada cloud gaming di televisi dengan smartphone sebagai kontroler.
Pernyataan ini datang dari co-CEO Netflix, Ted Sarandos, dalam acara Screentime milik Bloomberg. Ketika ditanya mengenai keberadaan gaming di Netflix dalam lima tahun mendatang, Sarandos menegaskan bahwa perusahaan masih ingin berada di industri tersebut.
Menariknya, strategi tersebut tidak lagi sepenuhnya berpusat pada mobile gaming. Sebaliknya, Netflix ingin membawa pengalaman bermain ke layar yang lebih besar. Dengan begitu, pengguna dapat bermain tanpa harus membeli konsol khusus.
Netflix Games Masih Serius di Industri Gaming
Jawaban Ted Sarandos soal Masa Depan Gaming
Pernyataan Sarandos sekaligus membantah anggapan bahwa Netflix akan meninggalkan bisnis game. Sebaliknya, perusahaan justru sedang mencari format yang dianggap lebih sesuai dengan ekosistemnya.
Selama beberapa tahun terakhir, Netflix telah membangun katalog game yang menjadi bagian dari layanan berlangganan. Game tersebut dapat dimainkan tanpa biaya tambahan, iklan, maupun pembelian dalam aplikasi.
Selain itu, Netflix terus memperluas jenis game yang tersedia. Katalog tersebut mencakup game mobile, pengalaman berbasis IP, hingga permainan yang dirancang untuk dimainkan bersama keluarga.
Gaming Jadi Bagian dari Ekosistem Langganan
Model ini membuat Netflix Games berbeda dari toko game konvensional. Pengguna tidak perlu membeli setiap judul secara terpisah.
Misalnya, Netflix telah menghadirkan FIFA World Cup: Launch Edition sebagai bagian dari layanan. Game tersebut menggunakan TV sebagai layar utama, sedangkan smartphone berfungsi sebagai kontroler.
Di sisi lain, strategi ini juga memberi Netflix cara baru untuk meningkatkan interaksi pengguna. Pelanggan tidak hanya menonton film atau serial, tetapi juga dapat bermain melalui layanan yang sama.
Netflix Games Mulai Mengarah ke Cloud Gaming
Mobile Gaming Bukan Tujuan Akhir
Pengembangan game mobile ternyata menjadi semacam tahap pembelajaran bagi Netflix. Perusahaan dapat memahami perilaku pemain sebelum membawa pengalaman gaming ke perangkat lain.
Selanjutnya, fokus mulai bergeser ke TV. Netflix sudah menguji teknologi game streaming di televisi sejak 2023. Dalam pengujian tersebut, smartphone digunakan sebagai kontroler.
Konsepnya sederhana. Pengguna membuka bagian Games di aplikasi Netflix pada TV. Setelah itu, ponsel dihubungkan melalui kode QR dan digunakan untuk mengontrol permainan.
TV dan Smartphone Jadi Kombinasi Baru
Konsep tersebut membuat pengalaman bermain terasa lebih mudah diakses. Pengguna tidak perlu membeli controller tambahan hanya untuk mencoba game.
Selain itu, smartphone merupakan perangkat yang sudah hampir selalu berada di dekat pengguna. Netflix cukup memanfaatkannya sebagai alat kontrol.
Netflix juga terus mengembangkan pengalaman bermain di TV. Pada 2025, perusahaan memperkenalkan sejumlah party game seperti LEGO Party!, Boggle Party, Pictionary: Game Night, dan Tetris Time Warp.
Cloud Netflix Games Hadir di Layar TV
Party Games Jadi Fokus Menarik
Party game menjadi salah satu format yang cocok untuk strategi Netflix. Alasannya sederhana. Permainan seperti ini tidak selalu membutuhkan kontroler kompleks.
Sebaliknya, pemain bisa duduk bersama di ruang keluarga dan menggunakan smartphone masing-masing.
Misalnya, beberapa game memungkinkan banyak orang bermain dalam satu layar. Dengan demikian, TV berubah dari sekadar perangkat menonton menjadi pusat hiburan interaktif.
Selain itu, format tersebut sangat sesuai dengan karakter Netflix sebagai layanan hiburan keluarga.
FIFA World Cup: Launch Edition
Contoh lainnya adalah FIFA World Cup: Launch Edition. Game ini membawa konsep smartphone sebagai kontroler ke pengalaman sepak bola.
Netflix menjelaskan bahwa pemain cukup menjalankan game melalui TV, memindai QR code dengan smartphone, lalu menggunakan ponsel untuk melakukan aksi dalam permainan.
Pada 2026, game TV Netflix telah tersedia di sejumlah negara. Namun, ketersediaan fitur tetap bergantung pada wilayah dan perangkat yang didukung.
Netflix Games Tak Lagi Mengejar Game AAA Tradisional
Perubahan Strategi Pengembangan Internal
Perubahan arah ini semakin menarik jika melihat strategi pengembangan internal Netflix.
Sebelumnya, Netflix sempat membangun sejumlah studio untuk memperkuat bisnis gaming. Namun, perusahaan kemudian melakukan perubahan strategi dan menutup Boss Fight Entertainment pada 2025. Reuters melaporkan bahwa Netflix saat itu mulai memfokuskan gaming pada kategori seperti party, naratif, anak-anak, dan game mainstream.

Karena itu, Netflix tampaknya tidak harus menjadi penerbit AAA tradisional untuk mendapatkan manfaat dari gaming.
Game Naratif dan Sosial Lebih Diprioritaskan
Pendekatan tersebut membuat gaming lebih dekat dengan bisnis utama Netflix.
Game sosial dapat dimainkan bersama keluarga. Game naratif dapat memperpanjang cerita serial. Sementara itu, game berbasis IP dapat membuat pengguna berinteraksi langsung dengan karakter favorit mereka.
Selain itu, Netflix juga terus mengembangkan hubungan antara gaming dan IP. Kolaborasi dengan SEGA pada 2026, misalnya, memperlihatkan bagaimana dunia game dapat dikembangkan menjadi konten film dan hiburan lain.
Dunia Gaming Tanpa Konsol Jadi Peluang Netflix Games
Konsep “Post-Console World”
Sarandos melihat peluang gaming dalam konteks yang bisa disebut sebagai “post-console world”. Istilah ini tidak berarti PlayStation, Xbox, atau Nintendo akan segera hilang.
Sebaliknya, konsep tersebut menggambarkan kemungkinan ketika konsumen tidak lagi selalu membutuhkan perangkat gaming khusus untuk bermain.
Dalam skenario itu, TV tetap menjadi layar utama. Sementara itu, pemrosesan game dapat dilakukan melalui cloud.
Basis Pengguna TV Menjadi Keunggulan
Di sinilah Netflix memiliki posisi menarik. Perusahaan sudah hadir di banyak televisi rumah.
Jadi, pengguna tidak perlu membeli perangkat baru hanya untuk mencoba game. Mereka cukup menggunakan aplikasi Netflix, TV yang kompatibel, dan smartphone.
Namun, cloud gaming masih menghadapi tantangan. Kualitas koneksi internet, latensi, kapasitas server, perangkat yang kompatibel, serta ketersediaan regional tetap menjadi faktor penting.
Netflix sendiri masih memperluas dukungan game TV secara bertahap.
Apakah Netflix Games Akan Membeli Perusahaan Game Besar?
Rumor Akuisisi Take-Two dan Xbox
Strategi Netflix juga memunculkan pertanyaan lain. Apakah perusahaan akan membeli studio atau perusahaan game besar?
Untuk saat ini, tidak ada dasar kuat untuk menyimpulkan Netflix sedang mengejar Take-Two atau Xbox sebagai target akuisisi gaming tertentu.
Di sisi lain, Netflix tetap terbuka terhadap peluang bisnis yang dianggap strategis. Namun, pendekatan organik masih menjadi bagian penting dari strategi perusahaan.
Netflix Lebih Memilih Pertumbuhan Organik
Pendekatan tersebut masuk akal karena Netflix tidak perlu langsung bersaing dengan Sony, Microsoft, atau Nintendo.
Sebaliknya, perusahaan dapat membangun gaming sebagai fitur tambahan dari ekosistemnya.
Dengan demikian, Netflix Games tidak harus menjadi platform konsol baru. Layanan tersebut bisa menjadi jembatan antara film, serial, game, dan IP.
Masa Depan Netflix Games Mungkin Berbeda
TV Menjadi Pintu Masuk Gaming
Pada akhirnya, arah Netflix Games mulai terlihat semakin jelas. Mobile gaming menjadi fondasi awal. TV gaming kemudian menjadi tahap berikutnya. Sementara itu, cloud gaming menjadi salah satu peluang jangka panjang.
Selain itu, Netflix memiliki keuntungan berupa basis pengguna yang sudah terbiasa menggunakan aplikasinya di televisi.
Jika teknologi cloud semakin stabil, hambatan untuk bermain game juga bisa semakin rendah.
Gaming sebagai Perpanjangan Ekosistem Netflix
Bagi Netflix, gaming tidak harus berdiri sebagai bisnis terpisah. Game dapat menjadi cara untuk memperpanjang umur sebuah IP dan membuat pengguna menghabiskan lebih banyak waktu di platform.
Di sisi lain, konsumen mendapatkan pilihan hiburan tambahan tanpa harus membeli konsol baru.
Bagi kamu yang mengikuti perkembangan gaming dan esports, Nonton livestream turnamen esport di Maniaslot untuk melihat berbagai pertandingan dan momen kompetitif terbaru.
Selain itu, Cek berita terbaru Game & Esport di Website Maniaslot agar tidak ketinggalan perkembangan industri gaming, esports, dan teknologi terbaru.
Pada akhirnya, Update & Highlights Turnamen Esport terbaru di Situs Maniaslot juga bisa menjadi pilihan bagi gamer yang ingin mengikuti berbagai momen kompetitif dalam satu tempat.
Jadi, Netflix belum menyerah pada gaming. Perusahaan hanya mengubah cara bermainnya. Jika visi cloud gaming di TV berhasil berkembang, Netflix berpotensi menjadikan televisi sebagai pintu masuk gaming yang jauh lebih sederhana bagi pengguna biasa.
