Persaingan gaming handheld kembali memanas. Kali ini, Anbernic memperkenalkan perangkat baru bernama Anbernic RG 55G1. Perangkat ini menjadi handheld pertama Anbernic yang menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon.
Menariknya, perangkat tersebut tidak hanya mengandalkan chipset baru. Anbernic juga membekalinya dengan layar Full HD 5,5 inci, baterai 6.000mAh, kontrol Hall Effect, serta dukungan kartu microSD hingga 2TB.
Karena itu, handheld ini cukup menarik bagi gamer yang menginginkan perangkat portable dengan kapasitas penyimpanan besar. Selain itu, sistem operasi berbasis Android membuatnya memiliki fleksibilitas lebih luas dibanding sejumlah handheld gaming tradisional.
Anbernic RG 55G1 Jadi Handheld Snapdragon Pertama Anbernic
Salah satu daya tarik terbesar Anbernic RG 55G1 terletak pada dapur pacunya. Perangkat ini menggunakan Qualcomm Snapdragon G1 Gen 2.
Chip tersebut memang dirancang untuk perangkat gaming portable. Snapdragon G1 Gen 2 menawarkan dua performance core dan tidak menggunakan Prime core. Dengan konfigurasi tersebut, performanya berada pada kelas entry-level hingga menengah.
Di sisi lain, pengguna tidak seharusnya mengharapkan performa setara handheld kelas atas. Perangkat seperti Retroid Odin 3 masih memiliki posisi berbeda dari sisi kemampuan pemrosesan.
Namun, Snapdragon G1 Gen 2 tetap menjadi langkah penting bagi Anbernic. Pasalnya, RG 55G1 membuka pilihan baru bagi pengguna yang ingin mendapatkan pengalaman gaming Android dengan chipset Qualcomm.
Anbernic RG 55G1 Punya RAM hingga 8GB dan Storage 2TB
Selain chipset, kapasitas penyimpanan menjadi nilai jual utama. Anbernic RG 55G1 tersedia dalam dua konfigurasi.
Varian pertama memiliki RAM 4GB dengan penyimpanan internal 64GB. Sementara itu, varian yang lebih tinggi membawa RAM 8GB dan storage internal 128GB.
Namun, kapasitas tersebut bukan batas maksimal perangkat. Anbernic menyediakan slot TF yang mendukung kartu microSD hingga 2TB.
Fitur ini tentu berguna bagi gamer yang memiliki banyak game dan aplikasi. Misalnya, pengguna dapat menyimpan koleksi game, emulator, ROM legal, aplikasi, serta file multimedia dalam satu perangkat.
Selain itu, ekspansi storage membuat pengguna tidak harus membeli varian internal terbesar sejak awal. Mereka dapat menyesuaikan kapasitas berdasarkan kebutuhan dan anggaran.
Bagi gamer yang sering bepergian, kapasitas besar juga memberikan keuntungan praktis. Pengguna dapat membawa lebih banyak koleksi tanpa harus bergantung pada penyimpanan cloud atau perangkat tambahan.
Menggunakan Layar Full HD 5,5 Inci
Untuk sektor visual, perangkat ini membawa panel IPS berukuran 5,5 inci. Resolusinya mencapai Full HD.
Layar tersebut menggunakan refresh rate 60Hz. Jadi, perangkat ini memang tidak mengejar angka refresh rate ekstrem seperti beberapa gaming handheld premium.
Meski begitu, resolusi Full HD cukup menarik untuk ukuran layar 5,5 inci. Kepadatan piksel yang tinggi dapat membuat tampilan game terlihat lebih tajam.
Selain itu, ukuran tersebut membuat perangkat tetap relatif compact. Desainnya mengingatkan pada Nintendo Switch Lite, sehingga bentuknya ditujukan untuk penggunaan portable.
Di sisi lain, gamer perlu memperhatikan bahwa layar 60Hz bukan pilihan ideal bagi pengguna yang mengejar visual dengan refresh rate sangat tinggi. Namun, untuk gaming portable berbasis Android, spesifikasi tersebut masih cukup masuk akal.
Anbernic RG 55G1 Dibekali Baterai 6.000mAh
Gaming handheld membutuhkan baterai besar. Karena itu, Anbernic memasang baterai 6.000mAh pada perangkat ini.
Perusahaan mengklaim baterainya mampu bertahan hingga delapan jam dalam kondisi tertentu. Namun, durasi aktual tentu bergantung pada penggunaan.
Misalnya, game dengan beban grafis tinggi dapat menguras baterai lebih cepat. Begitu juga dengan tingkat kecerahan layar, koneksi nirkabel, dan beban chipset.
Selain itu, perangkat mendukung pengisian cepat 18W. Fitur ini membantu mempersingkat waktu ketika pengguna perlu mengisi baterai sebelum kembali bermain.
Anbernic juga memasukkan sistem pendinginan aktif. Dengan demikian, perangkat dapat membantu menjaga temperatur ketika digunakan dalam sesi gaming yang panjang.
Kombinasi baterai besar dan pendinginan aktif menjadi salah satu keunggulan yang cukup relevan bagi pengguna yang sering bermain secara mobile.
Punya Kontrol Hall Effect
Kontroler menjadi bagian penting dalam gaming handheld. Karena itu, Anbernic membekali Anbernic RG 55G1 dengan joystick dan trigger Hall Effect.
Teknologi Hall Effect menggunakan sensor magnetik untuk membaca pergerakan. Salah satu manfaatnya adalah potensi peningkatan presisi sekaligus pengurangan risiko masalah analog stick yang umum terjadi pada mekanisme konvensional.
Bagi gamer yang sering bermain dalam waktu lama, fitur ini tentu menjadi nilai tambah.
Selain itu, perangkat mendukung Wi-Fi 5 dan Bluetooth 5.0. Pengguna dapat menghubungkan perangkat tambahan secara nirkabel, termasuk aksesori yang kompatibel.
Dengan demikian, pengalaman bermain tidak hanya bergantung pada layar dan chipset. Anbernic juga mencoba memperhatikan aspek kontrol dan konektivitas.
Harga Anbernic RG 55G1 Mulai US$139,99
Anbernic menawarkan perangkat ini dalam dua konfigurasi. Varian 4GB RAM dan 64GB storage dibanderol mulai US$139,99.
Sementara itu, versi 8GB RAM dan 128GB storage memiliki harga peluncuran US$164,99.
Jika dikonversikan secara kasar, harga tersebut berada di kisaran Rp2,3 juta untuk model dasar. Namun, harga lokal dapat berbeda karena kurs, pajak, distribusi, dan biaya pengiriman.
Menariknya, Anbernic RG 55G1 bukan handheld Snapdragon termurah di pasaran. Sebagai pembanding, Mangmi Air X dengan Snapdragon 662 berada pada kelas harga yang lebih rendah.
Namun, RG 55G1 menawarkan kombinasi fitur yang cukup berbeda. Pengguna mendapatkan layar Full HD, Hall Effect, baterai 6.000mAh, serta ekspansi storage hingga 2TB.
Karena itu, perbandingan harga sebaiknya tidak hanya melihat chipset. Kapasitas RAM, layar, kontroler, baterai, dan ruang penyimpanan juga perlu diperhitungkan.
Anbernic RG 55G1 Layak Dibeli?
Kehadiran Anbernic RG 55G1 menunjukkan bahwa Anbernic mulai memperluas lini produknya ke platform Snapdragon.
Perangkat ini memiliki beberapa keunggulan. Snapdragon G1 Gen 2 menjadi fondasi performanya. Selain itu, RAM hingga 8GB memberikan ruang lebih luas untuk menjalankan aplikasi Android dan game yang kompatibel.
Storage hingga 2TB juga menjadi nilai jual besar. Gamer yang memiliki koleksi game digital dalam jumlah banyak tentu akan mendapatkan manfaat dari fitur tersebut.
Di sisi lain, perangkat ini memiliki beberapa kompromi. Layar masih 60Hz. Performa Snapdragon G1 Gen 2 juga tidak ditujukan untuk menyaingi handheld kelas flagship.
Karena itu, perangkat ini lebih cocok untuk gamer yang mencari keseimbangan antara harga, portabilitas, dan fitur.
Bagi pengguna yang menginginkan handheld ringkas dengan storage besar, perangkat ini patut masuk radar. Sebaliknya, gamer yang mengejar performa tertinggi mungkin perlu melihat perangkat dengan chipset yang lebih kuat.
Pada akhirnya, Anbernic RG 55G1 menawarkan pendekatan yang cukup menarik. Harga mulai US$139,99 dipadukan dengan Snapdragon G1 Gen 2, layar Full HD, baterai 6.000mAh, Hall Effect, dan ekspansi microSD hingga 2TB.
Selain itu, fleksibilitas Android membuat perangkat ini memiliki banyak kemungkinan penggunaan. Selama ekspektasi terhadap performanya sesuai kelas perangkat, RG 55G1 bisa menjadi alternatif menarik di pasar gaming handheld budget.
Buat kamu yang ingin mengikuti perkembangan gaming portable dan dunia kompetitif, Nonton livestream turnamen esport di Maniaslot agar tidak ketinggalan berbagai aksi terbaru.
Selain itu, Cek berita terbaru Game & Esport di Website Maniaslot untuk mendapatkan update seputar game, perangkat gaming, dan esports.
Jadi, apakah handheld Snapdragon pertama Anbernic ini bakal menjadi pilihan baru favorit gamer portable? Jawabannya akan sangat bergantung pada harga regional, optimasi perangkat lunak, serta performa nyata ketika digunakan untuk berbagai game.
