Meta resmi memperkenalkan Meta VR Glasses dalam ajang Meta Connect 2026. Perangkat ini membawa konsep berbeda dari headset VR konvensional. Meta mencoba menggabungkan bioskop virtual, ruang kerja, gaming, dan komunikasi dalam bentuk kacamata.
Bobotnya sekitar 100 gram. Selain itu, Meta menggunakan desain dua bagian. Kacamata menangani sensor dan layar, sedangkan baterai serta komponen komputasi ditempatkan pada perangkat terpisah atau puck yang dapat dibawa di saku atau tas.
Dengan pendekatan tersebut, beban perangkat tidak seluruhnya berada di wajah pengguna. Meta juga mempertahankan kemampuan passthrough sehingga pengguna tetap dapat menyadari kondisi lingkungan sekitar.
Meta VR Glasses Hadir dengan Layar 5K Micro-OLED
Bagian paling menarik tentu berada pada layarnya. Meta VR Glasses menggunakan 5K Infinite Display berbasis panel micro-OLED.
Meta menyebut layar tersebut memiliki 37 piksel per derajat. Selain itu, perangkat mendukung Dolby Vision untuk visual dan Dolby Atmos untuk audio. Kombinasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif.
Perangkat ini juga menjadi VR pertama yang mendapatkan sertifikasi IMAX Enhanced. Karena itu, Meta ingin menjadikannya sebagai bioskop personal yang dapat dibawa ke mana saja.
Konten 3D juga menjadi bagian penting. Mulai November, pelanggan Disney+ di sejumlah negara akan mendapatkan akses ke film 3D tertentu melalui perangkat ini. Beberapa konten yang disebut Meta mencakup The Avengers dan Black Panther.
Selain itu, aplikasi Disney Immersive Cinema akan menghadirkan pengalaman khusus untuk film seperti Avengers: Infinity War dan Star Wars: A New Hope.
Dengan demikian, fokus perangkat bukan sekadar menampilkan layar besar. Meta mencoba membangun pengalaman hiburan yang terasa lebih dekat dengan bioskop.
Meta VR Glasses Bawa Workspace Virtual
Di sisi lain, perangkat ini juga diarahkan untuk produktivitas. Meta VR Glasses dapat membuat beberapa layar virtual privat di sekitar pengguna.
Artinya, seseorang dapat memiliki workspace dengan banyak layar tanpa membawa monitor fisik. Misalnya, satu layar dapat digunakan untuk browser, sementara layar lain menampilkan dokumen atau aplikasi komunikasi.
Menariknya, permukaan datar di sekitar pengguna juga dapat menjadi keyboard dan touchpad virtual. Teknologi full-color passthrough memungkinkan pengguna tetap melihat meja, ponsel, serta lingkungan sekitar.
Pendekatan tersebut membuat perangkat terasa seperti komputer portabel. Pengguna tidak harus sepenuhnya masuk ke dunia virtual ketika sedang bekerja.
Selain itu, sistem ini dapat menarik bagi pengguna yang sering bepergian. Ruang kerja virtual dapat dibuat tanpa harus membawa setup monitor berukuran besar.
Untuk pembaca yang mengikuti perkembangan hardware gaming dan teknologi PC, artikel ROG XBOX Ally X20 di Maniaplay juga dapat menjadi referensi menarik mengenai perangkat gaming portabel generasi baru.
Meta VR Glasses Hadirkan Gaming Tanpa Controller
Gaming menjadi bagian lain dari ekosistem Meta VR Glasses. Meta menyiapkan lebih dari 75 game yang dapat dimainkan menggunakan gestur tangan saat perangkat diluncurkan.
Jadi, pengguna tidak selalu membutuhkan controller fisik. Gerakan tangan dapat digunakan untuk berinteraksi dengan game tertentu.
Selain itu, perangkat mendukung Xbox Cloud Gaming. Meta menyebut ratusan game lain dapat dimainkan melalui layanan cloud tersebut.
Konsep ini membuat perangkat memiliki fungsi lebih luas dibandingkan sekadar headset VR. Gamer dapat mengakses game berbasis gestur sekaligus memainkan katalog cloud.
Namun, pengalaman gaming tetap akan bergantung pada game yang kompatibel. Kualitas koneksi juga menjadi faktor penting ketika menggunakan layanan cloud.
Bagi gamer yang ingin mengikuti berita teknologi dan kompetisi terbaru, Nonton livestream turnamen esport di Maniaslot sambil memantau perkembangan perangkat gaming bisa menjadi pilihan.
Meta VR Glasses Punya Fitur Hologram Calling
Fitur futuristis lainnya adalah hologram calling. Meta mengembangkan representasi digital pengguna yang dapat menampilkan ekspresi secara real time.
Alih-alih hanya melihat video dua dimensi, lawan bicara dapat melihat versi digital pengguna dalam ruang virtual. Selain itu, spatial audio menempatkan suara sesuai posisi avatar.
Fitur tersebut akan bekerja dengan berbagai aplikasi komunikasi. Meta menyebut WhatsApp dan Zoom sebagai contoh layanan yang dapat digunakan.
Meski terlihat futuristis, kualitas pengalaman tetap dipengaruhi teknologi pelacakan wajah, pencahayaan, koneksi, dan dukungan aplikasi. Karena itu, implementasi nyata akan menjadi faktor penting setelah perangkat tersedia.
Meta VR Glasses Jadi Kursi Virtual untuk Olahraga
Meta juga membidik penggemar olahraga. Perusahaan menargetkan lebih dari 100 pertandingan olahraga live imersif di Amerika Serikat setiap tahun.
Kerja sama tersebut melibatkan sejumlah mitra seperti MLB, NBC Sports, TNT Sports, UFC, dan ESPN. Konsepnya adalah memberikan perspektif seolah-olah pengguna berada lebih dekat dengan arena.
Sementara itu, ESPN juga menyiapkan pengalaman olahraga dengan sudut pandang 180 derajat dan streaming 8K pada program tertentu. Pengalaman tersebut akan diperluas ke lebih banyak jenis olahraga pada 2027.
Jadi, perangkat ini tidak hanya mengejar pasar gamer. Penggemar film dan olahraga juga menjadi target penting.
Meta VR Glasses Punya Baterai Sekitar Tiga Jam
Di balik berbagai fitur tersebut terdapat satu batasan yang perlu diperhatikan. Meta VR Glasses memiliki daya tahan hingga sekitar tiga jam untuk pemutaran media beresolusi tinggi secara terus-menerus.
Meta menggunakan sistem dua bagian untuk memindahkan baterai dan komponen komputasi ke puck eksternal. Dengan begitu, perangkat di wajah dapat dibuat lebih ringan.
Puck tersebut juga mendukung pengisian cepat 45W. Namun, durasi pemakaian aktual tetap dapat berbeda berdasarkan aplikasi, tingkat kecerahan, konektivitas, dan aktivitas yang dilakukan.
Karena itu, tiga jam sebaiknya dipahami sebagai klaim berdasarkan skenario tertentu. Penggunaan untuk gaming, bekerja, dan streaming secara intensif dapat menghasilkan durasi berbeda.
Harga dan Jadwal
Meta menjadwalkan Meta VR Glasses untuk mulai dijual pada musim semi 2027 dengan harga US$1.299,99.
Harga tersebut menempatkannya di segmen premium. Namun, Meta tidak hanya menawarkan pengalaman VR. Perusahaan menggabungkan bioskop virtual, konten 3D, workspace multi-screen, gaming, olahraga live, serta hologram calling.
Di sisi lain, keberhasilan perangkat akan sangat bergantung pada ekosistem konten. Semakin banyak film, game, aplikasi produktivitas, dan pengalaman olahraga yang tersedia, semakin besar pula fungsi perangkat di luar demo teknologi.
Untuk mengikuti kabar terbaru seputar game, gadget, dan teknologi, Cek berita terbaru Game & Esport di Website Maniaslot.
Pada akhirnya, Meta VR Glasses membawa konsep komputasi spasial ke format yang lebih ringan. Layar 5K micro-OLED, kontrol gestur, workspace virtual, dan hologram calling menjadi bagian dari pendekatan tersebut.
Selain itu, dukungan IMAX Enhanced dan konten 3D menunjukkan ambisi Meta di sektor hiburan. Sementara itu, Xbox Cloud Gaming dan lebih dari 75 game berbasis gestur memperluas fungsi perangkat untuk gamer.
Namun, harga US$1.299,99 dan batas baterai sekitar tiga jam menjadi dua aspek yang perlu diperhatikan. Karena perangkat baru akan tersedia pada 2027, pengalaman penggunaan nyata nantinya akan menjadi penentu seberapa jauh teknologi ini mampu mengubah cara pengguna menonton, bekerja, bermain game, dan berkomunikasi.
Update & Highlights Turnamen Esport terbaru di Situs Maniaslot juga bisa menjadi pilihan untuk mengikuti perkembangan ekosistem gaming sembari menunggu generasi baru perangkat VR ini hadir.
